Beauty

[Review] FSS Retinol Serum

[Review] FSS Retinol Serum

Iam so exited to talk about FOR SKIN’S SAKE, FSS Retinol Serum. Secara serum ini adalah retinol pertama yang aku pakai. Dan ga seperti bayanganku sebelumnya kalau retinol itu terlalu harsh dan kering di kulit. Memang sih kebanyakan dari retinoid acid atau turunannya akan memberikan efek yang demikian. Tapi karena perkenalan pertamaku dengan retinol melalui For Skin’s Sake, sekarang segala ketakutan dan ke parnoan itu udah ga ada. Malah justru jatuh cinta dan penasaran banget dengan produk yang mengandung retinol.

FSS Retinol Serum
FSS Retinol Serum

Retinoid.

Disclosure, I am not beauty expert and retinoid expert. Tapi sebelum bahas FSS Retinol Serum ini ada baiknya kita belajar bareng-bareng mengenai Retinoid yaa.. 🙂

Hampir semua beauty expert, dokter dan ahli demartology sepakat kalau Vitamin A adalah salah satu dari sedikit anti aging ingredient yang memang sudah terbukti khasiatnya secara klinis. Kenapa? Karena fungsi utama dari Vitamin A adalah “promote skin turnover” yang berarti dapat mempercepat pergantian dengan sel kulit baru. Berbeda dengan actives ingredient seperti AHA/BHA yang melakukan exfoliating, Vitamin A tidak bersifat exfoliating.

Karena kemampuannya dalam “promote skin cell turnover”, vitamin A ini dapat mengatasi berbagai issue seperti:

  • Reverse the sign of aging. Semua turunan vitamin A lainnya memiliki kemampuan promote collagen synthesis. Beberapa aktif ingredient lainnya tidak mampu menyaingi kemampuan dalam promote collagen synthesis karena kurangnya kemampuan pentrasi yang lebih dalam.
  • Treating acne. Karena memang di awal kemunculan Tetrinoin, Dr Fulton dan Dr Kligman sebagai penemunya memang meresepkan Tetrinoin pada pasien yang mengalami masalah jerawat. Dan seiring berjalannya waktu, kedua dokter tersebut menyadari kalau Tetrinoin berhasil mengatasi masalah jerawat pasiennya. Dan tak hanya itu, tetrinoin juga mengurangi tanda-tanda penuan.
  • Make epidermis/skin thicker. Yang berarti dapat membuat kulit menjadi lebih kencang dan dapat memperbaiki malah tekstur pada kulit seperti mengurangi tampilan fine lines, memperhalus tekstur kulit, meratakan warna kulit.
  • FSS Retinol Serum
    FSS Retinol Serum

Kedengarannya seperti super ingredient ya? Well dia memang super powerful ingredient. Bisa dibilang “dewa”-nya dalam urusan anti aging. Tapi perlu diingat, dengan kemampuannya yang luar biasa, Vitamin A juga memiliki “side-effect”, yaitu: meningkatkan dryness, stingling, dryness, dan sensitifitas pada kulit.

Vitamin A ini sendiri memiliki beberapa turunan, bentuk, beserta nama, dimana yang biasa kita dengar adalah Retinol atau Retinoin.

Ada banyak banget turunan Vitamin A. Diantaranya:

  • Retinol Ester, dikenal juga dengan Retinyl Palmitate, Retinyl Aspitamate.
  • Retinol, mempunyai nama lain Pure Vitamin A, Plant-Derived Retinol
  • Retinaldehyde, dikenal juga dengan nama Retinyl-Aldehyde, Retine-A
  • Retinoic Acid Ester,
  • Retinoic Acid, dikenal juga dengan Tetrinoin

Retinoic Ester, Retinol, Retinaldehyde, Retinoic Acid Ester adalah jenid Vitamin A yang dapat kita temui secara bebas di pasaran (OTC). Vitamin A jenis ini bisa dibilang lebih gentle dibanding Retinoic Acid karena dalam prosesnya memerlukan konversi agar berubah menjadi retinoic acid. Sedangkan Tetrinoin atau Retionic Acid adalah merupakan bentuk Vitamin A yang paling murni yang tidak memerlukan lagi konversi untuk dapat bekerja di kulit. Namun walaupun super powerful Vitamin A ini adalah Retinoic Acid/Tetrinoin, tidak dapat dibeli dan digunakan secara bebas. Untuk mendapatkannya dibutuhkan prescription doctor. Well, walaupun pada kenyataannya di Indonesia produk dengan kandungan ini bisa langsung dibeli di apotik sih #sigh.

Claim

For Skin’s Sake mengklaim bahwa retinol serum mereka mampu memperbaiki:

Fine lines

Textural Imbalanace

Collagen Production

Hyperpigmention

FSS Retinol Serum

Packaging

Sama seperti FSS Vitamin C Serum dan FSS Hyaluronic Acid Serumn-nya, FSS Retinol serum ini datang dalam kemasan 30 ml, menggunakan botol kaca gelap. Aku sama sekali ga ada komplain dengan serum mereka karena botolnya cukup kokoh. Dan sejauh ini ga ada masalah sama sekali.

Ingredient

Aqua, Cassia Angustifolia Seed Extract, Hamamelis Virginiana Water, Glycerin, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Triticum Vulgare Germ Oil, Simmondsia Chinensis Seed Oil, Retinol, Tocopheryl Acetate, Camellia Sinensis Leaf Extract, Propolis Extract, Centella Asiatica Extract, Equisetum Arvense Extract,Geranium Maculatum Extract, Taraxacum Officinale Extract, Pentylene Glycol, Hydroxyethyl Ethylcellulose, Carrageenan, Polysorbate 20, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Alcohol, Lecithin, Ethylhexylglycerin

FSS Retinol Serum

Texture

Mirip dengan FSS For Skin’s Sake Hyaluronic Acid Serum nya, Retinol serum ini memiliki tekstur yang lumayan cair. Dengan warna yellow-ish. Wanginya juga enak. Dengan tekstur yang cukup light ini membuat retinol serum ini menjadi cepat menyerap di kulit.

How to Use:

Apply 2-3 drops and massage into skin. Allow the serum to sink in few seconds before applying your other skin regimen.

Seperti yang ada di direction, aku paling senang gunain paling awal setelah cleansing dan sebelum skincare lainnya. Biasanya aku diemin beberapa saat kemudian dilanjutin dengan hydrating toner.

Impression

Jujur, awalnya aku termasuk yang takut dan sedikit parno menggunakan retinol. Dengan pengalaman menggunakan exfolating seperti AHA dan BHA aja sudah membuatku cukup parno dengan kemungkinan kering, redness, dan juga sensitif. Tapi karena kecintaan dengan formula FSS Vitamin C Serum dan FSS Hyaluronic Acid membuatku berani nyobain.

First impression, semuanya berjalan smooth, no stingling sensation, no redness or burning effect. Bahkan cenderung lebih melembabkan di kulit. Aku sempat melakukan patch test selama beberapa hari di area jidat, dan karena dilihat tidak menimbulkan efek yang lebih buruk di kulit, akhirnya dilanjutin keseluruh area wajah. Walaupun serum ini cukup hydrating di kulit, namun aku selalu melakukan layering hydration berkali-kali serta menghentikan penggunaan acid treatment. Karena sejatinya saat menggunakan retinol berarti kulitmu sedang melakukan exercise, and you don’t need another exercise. Dan walaupun cara kerjanya berbeda dengan exfoliant, another exercise doesn’t necessary.

FSS Retinol Serum
FSS Retinol Serum

Selama masa perkenalan dengan retinol, aku mencari banyak hal mengenai Vitamin A ini. Walaupun retinol termasuk salah satu turunan vitamin A yang cukup gentle di kulit, aku ga mau main-main dan “sok” bereksperimen, terutama dengan ga ada pengalaman sebelumnya :”)

Beberapa hal yang perlu dicatat dalam penggunaan retinol (dan semua turunan Vitamin A) adalah

  • Jangan pernah meninggalan sunscreen! Terutama saat kamu menggunakan Retinoids!
  • Start slowly dan bertahap
  • Penggunaan dalam jumlah banyak tidak berarti akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Caroline Hirons bilang, cukup gunakan secukupnya (3 tetes cukup) and save your money 🙂
  • Be patient. Dalam berbagai journal dikatanan kalau hasil dari penggunaan retinol baru akan terlihat setelah 6 minggu penggunaa.

Retinol memang terbilang lebih gentle dan ramah di kulit dibandingkan dengan saudara-saudara nya yang lain. Dan memang experience di kulitku pun sangat menyenangkan. Namun ga mau terlena, aku tetap menggunakan sesuai direction yang dianjurkan. Dan sedikit extra dengan hydration.

Side Effect

Ada beberapa hari dimana kulitku lebih sensitif dari biasanya, FSS retinol serum ini membuat kulitku lebih kering dari biasanya. Pada area sekitar mulut dan hidung mulai mengelupas pada siang hari. Kalau udah kayak gini biasanya aku langsung apply moisturizer apapun yang ada di sekitarku. Dan favoritku Dove Moisturizing Cream karena memberikan efek soothing seketika. Bahkan langsung membuat area yang kering menjadi normal kembali. Dan tetap aman digunakan diatas sunscreen atau makeup sekalipun. Karena itulah selama penggunaan retinol ini, hydration mejadi perhatian utamaku.

Tekstur FSS Retinol Serum
FSS Retinol Serum
FSS Retinol Serum setelah diaplikasikan ke kulit, tidak lengket di kulit.

Selain dari itu aku sama sekali tidak merasakan efek samping apapun, redness maupun stingling sensation. Aku merasa masalah kulit pelan-pelan mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak instan memang, perubahan itu mulai terlihat setelah sebulan lebih penggunaan. Hal yang paling aku notice adalah kulitku mulai jarang mengalami breakout, jerawat tetap ada tapi sangat-sangat terkontrol (to be noted, selama penggunaan retinol aku tidak menggunakan obat jerawat atau produk yang menggandung BHA sama sekali) and it’s so impressed!

Efek lain yang aku rasakan adalah tekstur kulit pelan-pelan membaik, bekas jerawatpun mulai memudar, dan dengan pemakaian teratur membuat kulitku minim masalah.

Oiya, setelah menggunakan FSS Retinol Serum selama hampir setahun, aku merasakan efeknya terasa lebih maksimal saat digunakan berbarengan dengan FSS Retinol Overnight Cream. Selain itu, berdarsarkan pengalamanku, penggunaan mild AHA membantu efek FSS Retinol Serum lebih maksimal. Favorit ku adalah saat di pairing dengan Blithe Patting Splash Rejuvenating Mask. Gilasih, kalau ketiga nya dipakai dalah satu regime, dalam 7 hari saja mulai terlihat adanya perubahan dikulit yang mana kulit yang biasanya flared dan iritated pelan pelan berasa calming, walaupun bukan instan, dan dalam sebulan semua masalah kulit langsung berasa minimal. Walaupun begitu, biasanya  Blithe Patting Splash Rejuvenating Mask ini cuma aku gunain maksimal 2-3 seminggu. Ga ngikutin jadwal retinol yang hampir tiap hari aku pakai.

Buy or Bye?

Kayaknya ga mungkin bilang Bye dong kalau udah ngabisini 5/6 botol dalam setahun terakhir kan 🙂

4 thoughts on “[Review] FSS Retinol Serum”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *