Beauty

Basic Skincare Routine For Every Skin Type

Basic Skincare Routine For Every Skin Type

Skincare apasih yang cocok untuk kulit acne prone-oily skin? Skincare apasih yang cocok untuk kulit sensitif dan gampang iritasi? Skincare apasih yang bisa ngobatin bruntusan dan jerawatan? Begitulah kira-kira pertanyaan yang sering masuk dan ditanyakan di blog maupun di IG. Pertanyaannya susah-susah ya, dan sebenarnya ada gak sih skincare untuk semua permasalahan kulit? Jika pertanyaannya itu tentu ga ada jawabannya. Tapi kalau Basic Skincare For Every Skin Type? Yuk mari kita bahas aja yuk.

Basic Skincare

Menemukan skincare yang cocok yang dapat memenuhi kebutuhan kulit itu sebenarnya gampang-gampang susah sih. Agak sedikit tricky dan memang perlu dicobain langsung di kulit agar tau efeknya secara langsung. Tapi sebelum nyobain, ada baiknya kita ngerti dulu jenis kulit, masalah kulit dan kondisi kulit masing-masing.

Let’s say kita ada masalah bruntusan atau clogged pores. Memang sih masalah pori tersumbat atau bruntusan ini bisa diatasi dengan menggunakan produk-produk exfoliating seperti AHA atau BHA, tapi kalau sumber masalahnya adalah proses cleansing yang ga maksimal, sampai kapanpun juga masalah ini bakalan muncul terus-terusan.

LAin halnya dengan masalah minyak berlebih, memang sih dengan menggunakan mengurangi penggunaan skincare atau sering menggunakan face wash akan membuat produksi minyak di kulit wajah akan berkurang. Tapi jika dilakukan secara berlebihan bisa-bisa akan menimbulkan dehidrasi yang salah satu tandanya adalah produksi minyak yang berlebihan di wajah.

Karena itu ga ada satu jenis produk pun yang bisa ngatasin semua masalah kulit. Tapi seenggaknya ada yang namanya “Basic Skincare Routine” yang bisa diaplikasikan di seluruh jenis kulit.

Skin Type

Mengerti dengan jenis kulit sangatlah penting, karena ini akan menentukan jenis produk yang seperti apa yang sebaiknya digunakan oleh jenis kulit tertentu. Skin type atau jenis kulit ini bisa dikategorikan di beberapa jenis:

  • oily skin (kulit berminyak)
  • dry skin (kulit kering)
  • combination skin (kulit kombinasi), kombinasi ini pun terbagi 2, ada yang cenderung ke arah kering, ada pula yang cenderung ke arah berminyak.

Terus gimana dong dengan kulit sensitif dan dehidrated? Menurutku kulit sensitif dan dehidrated lebih cocok dikategorikan sebagai kondisi kulit. Dimana kulit berminyak, kering, ataupun kombinasi bisa-bisa aja mengalami kondisi kulit dehidrasi ataupun menjadi sensitif.

Skin Concern

Selain “skin type”, “skin concern” juga merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Skin concern ini bisa berupa kondisi kulit, masalah kulit ataupun goals yang mau dicapai. Skin concern bisa menjadi penentu ingredient yang baik dan cocok untuk mengatasi masalah kulit tertentu.

Jenis kulit yang berbeda seperti berminyak dan kering bisa-bisa saja mengalami masalah jerawat yang sama. Atau kulit kombinasi dan berminyak bisa saja mengalami dehidrasi. ini faktornya bisa bermacam-macam tergantung dari lifestyle, kondisi udara dan cuaca, faktor hormon, faktor genetik, tingkat toleransi terhadap suatu produk, dll.

Tokopedia Maret Mantap

Basic Skincare Routine

Setelah mengenal dengan baik kedua hal tersebut, waktunya pelan-pelan building skincare routine. Dan tentu saja dimulai dari sesuatu yang basic. Apapun jenis kulitmu dan permasalahan kulitmu, mulailah dengan basic skincare routine yang solid.

Dan Basic Skincare Routine untuk semua jenis kulit dan permasalahan kulit adalah sama, yaitu Cleansing > Hydrating/Moisturizing > Protecting

Cleansing

Cleansing. Cleansing adalah proses pembersihan sekaligus persiapan kulit sebelum menerima skincare berikutnya. Proses cleansing ini bersifat penting karena sangat mempengaruhi kondisi dan efek dari skincare yang digunakan setelahnya. Mau menggunakan serum seanggih apapun, atau menggunakan exfoliant sekeras apapun, jika proses cleansingnya tidak maksimal yang ada malah bisa menyebabkan clogged pore, jerawatan, iritasi dll.

Proses cleansing ini idealnya dilakukan dengan dua tahap (double cleasing) yang biasanya dilakukan malam hari. First cleanser digunakan untuk membersihkan semua kotoran/makeup/suncreen yang menempel di wajah. Sedangkan second cleanser digunakan untuk membersihkan sisa residu dari first cleanser.

 

Untuk produknya bisa apa aja. First cleaser bisa berupa cleansing milk, cleansing balm, cleansing cream, cleansing oil. Apakah micellar water bisa dikategorikan first cleanser? Sebenarnya bisa-bisa aja, dengan catatan dapat membersihkan semua kotoran/makeup/sunscreen yang ada di wajah. Tapi aku pribadi prefer menggunakan produk dalam bentuk oil. Biasanya aku menggunakan micellar water hanya untuk menggangkat makeup yang ada di waja (pre-cleansing).

Sedangkan untuk second cleanser nya bisa menggunakan face wash/cleansing cream/cleansing gel, dll.

Apakah untuk pagi hari butuh double cleansing? Menurutku sih ga perlu karena di malam hari kita biasanya cuma menggunakan skincare. Kamu bisa menggunakan second cleanser sebagai morning cleanser. Tapi jika dirasa ga diperlukan, proses cleansing juga bisa dilakukan dengan menggunakan air biasa.

Cleanser yang baik itu seperti apa? Usahakan untuk mencari cleanser yang bekerja dengan baik namun tidak membuat kulit menjadi kering. Untuk melhat rekomendarsi cleanser, sudah pernah aku bahas di Best Skincare 2017.

Hydrating/Moisturizing.

Yep proses ini aku anggap setara. Hydrating dan moisturizing adalah 2 hal yang mirip-mirip. Hydrating berarti upaya menhidrasi/menjaga asupan air dalam kulit. Sedangkan moisturizing adalah upaya menjaga agar kelembaban kulit tetap terjaga. Produk-produk hydrating biasanya berbentuk toner atau essence atau ampoule. Sedangkan produk moisturizing biasanya berbentuk cream, oil, atau gel.

Yang paling paling membedakan kedua proses ini adalah sifatnya yang humectant, emollient dan occlusive.

Produk dengan sifat humectant memiliki kemampuan untuk menyerap air yang ada di sekitarnya.

Tokopedia Maret Mantap

Produk emollient memiliki kemampuan memberikan kelembapan dan kelembutan pada kulit. Cara kerjanya degan mengisi celah pada pori. Biasanya akan memberikan efek halus dan lembut pada kulit.

Produk occlusive bersifat menjaga (sealed) agar semua produk yang bersifat humectant dan emollient yang kita gunakan sebelumnya tidak mudah menguap. Hal ini penting karena produk dengan sifat humectant dan emoliient biasanya tidak bertahan dengan lama.

Protecting.

Aku yakin semua paham dengan pentingnya menjaga kulit kita dari sinar UV. Karena percuma saja menggunakan produk ini itu kalau ujung-ujungnya kulit terpapar sinar UV tanpa perlindungan. Sebelumnya aku pernah menulis mengenai sunscreen. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai suncreen, jenis dan pemilihannya akan aku bahas di artikel terpisah ya, karena kalau dibahas disini akan kepanjangan ๐Ÿ™‚

Apakah sunscreen menimbulkan jerawat/clogged pore? Beberapa kali aku pernah mendengar kalau menggunakan sunscreen terumata saat kulit berjerawat dan bruntusan tidak disarankan karena bisa menimbulkan clogged pore dan jerawatan. Hm, menurutkuย  jika masalah utama jerawatmu sebenarnya ada pada proses cleasing, iritasi, alergi, hormon atau lifestyle, mau menggunakan sunscreen atau tidakpun akan tetap meninggalkan masalah.

That’s why sebelum menangani suatu masalah sebaiknya cari tau dulu penyebabnya. Tapi lain cerita jika kamu memang alergi dengan ingredient tertentu pada suncreen. Hal ini memang bisa menyebabkan masalah.

Tap tap Mantap

Berdasarkan pengalamanku, penggunaan suncreen pada saat breakout akan mempercepat proses penyembuhan serta meninggalkan bekas yang minim. Apakah suncreen membuat jerawat makin parah? Hal ini tergantung cocok atau enggaknya. So far dari beberapa sunscreen yang pernah aku coba seperti Votre Peau Sun Shield, Krave Beauty Beet The Sun dan Make P:Rem Sun Gel sangat-sangat ramah untuk kulit acne prone.

Where to Start?

Apa produk pertama yang diperlukan untuk memulai skincare routine? Pertanyaan ini juga pernah aku tanyain di Instastory buat tau produk pertama yang mereka cari saat memulai skincare routine. Jawabannya bervariasi, ada yang dari masker, cleanser, moisturizer, bahkan ada yang langsung nyari exfoliating produk. Tapi dari yang aku tangkap hampir 80% nya setuju untuk memulai dengan produk cleanser, hydrator (toner/moisturizer) dan protector (sunscreen).

Kalau untuk aku pribadi, ketiganya memiliki sama pentingnya. Tapi jika disuruh memilih satu produk pertama untukmemulai skincare routine adalah produk-produk yang bersifat hydrating. Apapun itu, bisa essence, toner, ampoule, serum, moisturizer bahkan masker atau sheet mask sekalipun. Tapi kalau produknya sheetmask tentu bakalan jadi boros ya. hehe.

Kenapa aku memilih hydrating product? Simple nya karena itu hydration lah yang kita butuhkan sepanjang hari, baik siang maupun malam. Kelembaban dan kadar air yang da seimbang di kulit akan sangat berpengaruh pada kndisi kulit yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan masalah pada kulit. Alasan kedua adalah produk yang bersifat hydrating ini relatif lebih gampang didapat. Ga perlu produk dengan janji-janji whitening, anti aging, dll. Cukup produk dengan yang memberikan supply hydration yang baik saja sudah cukup. Semakin cepat kita bisa menemukan produk hydrating yang baik, semakin cepat juga kita bisa melengkapi skincare routine lainnya.

Terus bagaimana dong dengan cleanser dan suncreen? Seperti yang aku bilang, dua produk ini sama pentingnya. Tapi aku akan cenderung mencari produk cleanser terlebih dahulu (dengan catatan dapat menghindari intesitas kontak dengan matahari). Selain itu produk cleanser juga cenderung lebih mudah didapatkan dibandingkan produk sunscreen. Tapi jika memang banyak berkegiatan di luar memang sebaiknya mencari produk suncreen terlebih dahulu.

Dan untuk menemukan produk yang pas buat kulit kita memang perlu dicoba. Karena itu patch test itu sangatlah penting ๐Ÿ™‚

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *