perkawinan dini pada kucing
Kitty

Perkawinan dini pada kucing!

Perkawinan Dini Pada Kucing

Hellooo hoomaaaannn…Apa kabar? Semoga baik yaa. Kali ini aku mau cerita tentang perkawinan dini pada kucing. Kisah nyata seekor kucing. Bukan tentang kucing-kucing aku. Tapi tentang kucing imut kinyis kinyis yang sering dateng main dan nongkrong bareng aku dan teman teman di kantor. Kita biasa panggil dia dengan sebutan Momon..

Si Momon ini bener bener masih ABG, imut-imut, aktif dan gemesin. Sukanya manjatin sama nangkapin kaki orang orang yang sedang lewat. She was so cute. Eventually, she fell in love with a man next door (persian cat). Nah awalnya kita kirain mereka cuma temenan biasa aja soalnya si Momon ini sangat supel anaknya, suka main sama sapa aja. But, you can guess what the end of the story, Momon pulang pulang berbadan banyak!!! (yep, she was pregnant!!!). MomonΒ  yang umurnya belum genap setahun tahu-tahu tanggal 20 Februari melahirkan 4 ekor kittens yang lucu bangeeett :). Namanya juga anak blasteran ya, jadinya anaknya Momon cakep-cakep πŸ™‚

perkawinan dini pada kucing
Kucing Momon sehabis nyusuin kittens.Β  πŸ™‚

 

perkawinan dini pada kucing
Anaknya Momon

But, unfortunately, semua cerita indah itu harus berakhir minggu ini. Diawali dengan Momon yang tiba-tiba terlihat lemes sejak minggu lalu, dan disertai dengan muntah muntah. Seperti yang aku ceritain sebelumnya ya. Momon ini bener bener masih kecil baik secara fisik maupun umur. Tapi secara mental dia ibu yang tangguh. Dalam keadaan lemah kayak gitu dia tetap menyusui anak anaknya.

Hari Selasa sore Momon di bawa ke salah satu klinik hewan yang ada di Jogja, tapi entah kenapa di sana dia tidak diberi treatment apa pun, cuma disuruh pulang dengan membawa obat antibiotik. Selasa malam Momon disuapi makan dan diminumin obat dari dokter. Momon bener-bener terlihat lemes. Beberapa jam kemudian, MomonΒ  ditemukan pingsan dengan keadaan masih menyusui anak-anaknya. Kita yang panik langsung membawa Momon ke klinik hewan swasta. Sesampainya di sana, dokter langsung memeriksa suhu Momon yang ternyata sudah 35.1 derajat. Di sana kami diberi pilihan buat bawa Momon kembali ke rumah atau di observasi terlebih dahulu. Kami memutuskan untuk di observasi dan menceritakan history kesehatannya Momon sampai dibawa ke klinik hewan itu. Di sana dokternya menjelaskan jika kucing sudah mengalami suhu drop (hypotermia) seperti yang dialami MomonΒ  tidak akan ada pengaruhnya jika diberi antibiotik, pertolongan pertama harusnya mengganti cairan tubuhnya dengan infus dan menaiknya suhunya. Momon pun akhirnya diinfus dan diliat perkembangannya hingga Rabu untuk melihat apakah memungkinkan untuk diberikan treatment berikutnya.

Hari Rabu pagi sekitar jam 9 aku di telfon dokter bahwa Momon mengalami keadaan emergency, karena MomonΒ  lemah dan nafasnya sempat putus, dokter memberi alat bantu pernafasan dan alat pacu jantung. Sayangnya MomonΒ  terlalu lemah hingga akhirnya meninggal Rabu pagi itu. πŸ™

Mulai hari rabu, keempat kittennya Momon mulai diberi susu formula untuk mengganti kan Asi ibunya. Keempat kittens ini masih ceria lari-lari bahagia. Mungkin belum mengerti ya kalo ibunya udah ga ada. Hari kamis satu persatu dari kittens itu mulai mengalami diare dan mata berair (belekan). Hari sabtu pagi, tepatnya tadi pagi, salah satu yang terbesar dari keempatnya mati. Temen ku segera membawa bayi Momon yang lainnya ke dokter hewan tempat biasanya kucing kucing aku berobat. Sesampainya di sana, satu kitten kembali menginggal di tempat πŸ™ . Buat 2 sisanya langsung dikasih obat cacing, diminumin cairan infus dan dikasih susu. Buat treatment dokter menyarankan untuk memberikan setiap 2 jam sekali, susu formula yang dicampur dengan cairan infus tadi. Selain itu juga ditambah dengan dengan pemberian vitamin anak dan madu.

I don’t know what to say. I feel so sad.

Hasil dari diskusi panjang dengan dokter sore ini:

  • Momon kemungkinan mengalami hypocalcemia, dimana penyakit ini biasanya menyerang ibu muda dikarenakan kekurangan calsium. Perkawinan dini pada kucing bisa menyebabkan kehamilan pada kumur yang terlalu muda yang belum cukup waktu untuk kawin (dibawah 1 tahun). Ciri-ciri yang dialami Momon adalah tubuh yang lemas, lemah, suka muntah dan suhu yang mendadak nge-drop di bawah suhu normal.

  • Anak-anak Momon kemungkinan terkena cacingan dan kekurangan calcium. Ciri-ciri terkena cacingan adalah mata yang berair (belekan) dan membengkak. Mereka juga kekurangan calsium dikarengan cuma mendapatkan susu formula (tidak mendapat asupan susu langsung dari kucing).

 

Hal yang dapat dipetik dari cerita Momon ini adalah:

  • Sebaiknya menghindari perkawinan dini pada kucing. Karena hal tersebut dapat mengganggu kesehatan si ibu, janin serta bayinya saat lahir.

  • Jika terlihat perubahan sifat yang tidak lazim pada kucing seperti kucing yang biasanya aktif tiba-tiba pendiam dan lemas atau kucing yang biasanya diam tiba-tiba angesif, sebaiknya segera mengecek tubuh kucing seperti suhu tubuh atau apakah terdapat luka pada tubuh kucing. Jika ditemukan tanda tanda lain seperti muntah maupun diare ataupun mata bengkak dan berair seperti anaknya Momon segeralah ke dokter hewan untuk segera ditangani.

  • Untuk kucing-kucing dibawah 2 bulan, usahakan untuk memberikan Asi langsung dari kucing, karena sebanyak apapun pemberian susu formula tidak dapat menggantikan Asi langsung dari kucing. Jika anak kucing sudah tidak memiliki ibu seperti anak anaknya Momon, maka anak kucing dapat dititipkan pada ibu kucing yang sedang menyusui.

  • Pemberian vitamin, madu ataupun memberikan lampu penghangat sangat disarankan kepada bayi kucing yang belum diberi vaksin. Hal ini dikarenakan tubuh kucing yang masih sangat lemah.

Cerita Momon dan anak-anaknya aku share agar kita lebih aware bahwa perkawinan dini pada kucing itu bisa berbahaya. Semoga tidak ada lagi Momon lainnya. Doakan anak-anak Momon tetap bertahan dan segera sehat ya. Aamiin.

IG: @mykittybeauty

twitter: @mykittybeauty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *