Heimish All Clean Balm
Beauty

[Review] Heimish All Clean Balm for Oily-Acne Prone Skin

[Review] Heimish All Clean Balm for Oily-Acne Prone Skin

Setelah nyobain cleanser dengan tekstur oil (hadalabo cleansing oil) dan juga yang berupa cream (Sensatia Botanica Unscented Sensitive Cream Cleanser), rasa penasaranku berpindah pada cleanser dengan tekstur balm. Bukannya karena ga suka dengan cleanser yang lama. Hadalabo udah aku habisin berbotol-botol :), sedangkan yang Sensatia udah sukses banget bantu recovery kulit aku yang sempat breakout parah :). Dan karena memang review yang berseliweran di IG dan youtube bilang kalau Heimish All Clean Balm bagus banget, yaudah deh tergoda juga buat beli dan nyobain. hehe

Heimish All Clean Balm
Heimish All Clean Balm

Heimish All Clean Balm

Saking happening-nya cleanser ini, produk ini sempat susah ditemuin dan selalu out of stock di beberapa online shop langgananku. Karena banyak yang bilang bangus ditambah lagi OOS dimana-mana, makin bikin penasaran dong. Sebagus apasih sampai selalu habis gitu?

Claim

Balm Type Cleanser that removes even the heaviest of makeup but when it touches water, the texture is changed to oil cleanser such as Sherbet type

Heimish All Clean Balm
Keterangan produk

Sociolla Discount Voucher : SBNLA0E6

Packaging

Bisa dibilang salah satu faktor yang memutuskan aku buat nyobain Heimish ini ketimbang cleansing balm lain adalah size dan juga packagingnya. Heimis All Clean Balm ini datang dalam ukuran 120 ml which means memiliki ukuran di atas rata-rata cleansing balm biasanya. Of course itu jadi daya tarik sendiri buat aku yang bisa dibilang beauty budget. hehe

Heimish All Clean Balm
Kompartemen untuk spatula

Faktor lainnya adalah packaging dari Heimish All Clean Balm ini sendiri. Baik dari segi desain yang girly dan cantik banget maupun bentuknya, sangat genius menurutku. Memang untuk ukuran 120 ml, Heimish All Clean Balm ini terkesan bulky (but it is okay karena isinya banyak, hehe). Tapi bagus banget karena sudah dilengkapi dengan spatula di dalamnya. Spatula ini di memiliki kompartemen sendiri yang terpisah dengan balm nya secara langsung. So sangat-sangat hygienist menurutku.

Dan yang ga kalah pentingnya, wadahnya beneran kokoh dan kecil kemungkinan isinya bakalan blebler kemana-mana.

Texture

Saat pertama kali datang, sedikit kaget sih karena banyak genangan oil dimana-mana. Haha. Setelah aku baca-baca review dari beauty blogger lainnya, ternyata suhu saat perjalanan memang mempengaruhi tekstur dari balm nya sendiri. Solusinya? Cukup di diemin semalaman sebelum di pakai, maka oil tadi akan kembali menjadi balm. Cara lainnya adalah dengan memasukkan ke dalam kulkas untuk mempercepat proses pembekuan

Well, tekstur balm nya sendiri is not truly balm menurutku. Teksturnya lebih kayak eskrim sorbet. Lembut banget dan halus banget. Saat nyentuh kulit, sorbet tadi langsung luluh menjadi oil di kulit. Jadi ga berat sama sekali.

Heimish All Clean Balm
Tekstur dari Heimish All Clean Balm

Untuk wanginya bisa dibilang agak gimana yah. Dari review yang sebelumnya aku baca-baca, banyak yang bilang wanginya seperti minyak kayu putih, eucalyptus, bahkan ada yang bilang baunya seperti plastik. Dan berdasarkan penciumanku, wanginya lebih mendekati wangi sereh ketimbang minyak kayu putih, haha.

Ingredient

Ethylhexyl Palmitate, Cetyl Ethylhexanoate, PEG-20 Glyceryl Triisostearate, Polyethylene, PEG-8 ISOSTEARATE, Butyrospermum Parkii Butter, Donkey Milk, Cocos Nucifera Fruit Extract, Fressia Refracta Extract, Iria Versicolor Extract, Jasminum Officinale Extract, Lilium Tigrinum Extract, Leontopodium Alpinum Extract, Nelumbium Speciosum Flower Extract, Narcissus Pseudo-narcissus Flower Extract, Rose Extract, Citrus Aurantium Dulcis, Lavandula Angustifolia Oil, Pelargonium Graveolens Flower Oil, Amyris Balsamifera Bark Oil, Citrus Paradisi Peel Oil, Eucalyptus Globulus Leaf Oil, Melaleuca alternifolia leaf oil, Juniperus Mexicana Oil, Boswellia Carterii Oil, Citrus Aurantium Bergamia Fruit Oil, Tocopheryl Acetate, 1,2-Hexanediol

COSDNA

Karena terlalu hype, sebelum membeli produk ini, aku ga sempat buat liat COSDNA sama sekali, jadi cuma bermodalkan review di google ajah. Untuk melengkapi aku tampahin analisa dari COSDNA nya yaah 🙂

Heimish All Clean Balm
COSDNA analysis untuk Heimish All Clean Balm

Seperti yang aku tulis tadi, aku baru liat hasil COSDNa nya setelah beberapa minggu pakai, dan sedikit kaget ternyata ingredient utama nya adalah Ethylhexyl Palmitate yang ternyata berpotensi menjadi trigger jerawat. Deg-degan juga sih..

Impression

Kayak yang aku ceritain di atas. teksturnya terlalu lembut untuk dibilang balm. Benar-benar halus layaknya eskrim sorbet. Pas diaplikasikan di wajah dan terkena suhu tubuh, langsung luluh menjadi oil. Teksturnya saat menjadi oil benar-benar light, dan benar banget seperti review-review yang aku baca, benar-benar ampuh membersihkan segala jenis makeup. Mau dia foundation, eye makeup seperti eyeliner dan mascara yang water proof sekalipun dapat dibersihkan dengan sempurna oleh Heimish All Clean Balm ini.

Aku udah ga butuh lagi eye lip remover terpisah untuk membersihkan area mata dan bibir. Benar-benar bersih.

Untuk area mata, walaupun benar-benar bisa mengangkat eye makeup yang water proof sekali pun, sebaiknya tetap digunakan pelan-pelan dan hati-hati. Karena kalau kemasukan ke mata, berasa perih dan bikin blur vision sih:(.

Begitupun untuk bibir. Walaupun bisa membersihkan matte lipstick dengan gampang, tapi after cleansing area bibirnya berasa slightly lebih kering. Jadi walaupun tadi aku bilang saat menggunakan Heimish All Clean Balm udah ga butuhin lip eye remover terpisah, untuk menghindari ketidaknyamanan di atas, sebaiknya tetap menggunakan lip eye remover terpisah.

Untuk efeknya di kulit, Heimish All Clean Balm ini termasuk tipe balm yang emulsify (dapat meluruh menjadi milky texture yang bertujuan untuk mengangkat oil dari kulit sebelum di bilas). Saat pertama kali nyobain, aku sempat mencoba mengangkat oil dari kulit dengan menggunakan wet cloth. Dan failed. Ga tau emang ga bisa atau emang akunya yang ga bisa bersihinnya pakai wet cloth. Akhirnya aku mutusin buat bersihin langsung dengan emulsified.

Setelah di coba memang ternyata diangkat dengan cara emulsify lebih cocok untuk Heimish All Clean Balm ini. Tapi, lagi-lagi ada satu hal yang sedikit mengganggu, yaitu ternyata saat dicoba untuk di emulsi, oil yang tadinya sangat light di kulit tiba-tiba terasa heavy dan susah untuk di angkat. Jadi aku butuh berkali-kali untuk mengemulsi nya biar benar-benar ga bersisa di kulit. Dan ini terus terang menghabiskan waktu yang cukup lama. Walaupun setelah dibilas kulit terasa bersih dan juga sangat lembab.

Verdict

Setelah penggunaan lebih kurang 2 minggu, kegelisahan aku bertambah dari yang sebelumnya cuma agak susah untuk di emulsify, kali ini timbul beberapa bump under skin di area jaw line dan juga cheek bone. Area-area ini merupakan area yang paling sensitif di wajahku, yang memang biasanya bakalan bruntusan kalau ada produk yang ga cocok sama kulitku.

Heimish All Clean Balm
Heimish All Clean Balm

Analisa awalnya sih karena proses emulsify yang terasa tidak begitu convenience yah. Oil yang awalnya light berubah menjadi heavy yang kalau ga benar-benar bersih bisa menyebabkan clogged pore.

Tapi yang namanya masih penasaran karena reviewnya terlalu hype, penggunaan Heimish All Clean Balm ini tetap aku gunakan hingga satu bulan. Aku memberikan perhatian yang lebih saat mengemulsi. Hasilnya? Bumps di kulit ku ga berkurang sama sekali. Malah untuk beberapa area bumps nya semakin bertambah.

Karena sadar kulit ku acne-prone yang cukup sensitif, akhirnya aku menghentikan penggunaan cleansing balm ini. Selain karena oil nya yang agak susah dibersihkan, aku menduga kulitku juga sensitif terhadap ingredient Ethylhexyl Palmitate yang merupakan acne trigger.

Pada akhirnya aku harus nerima kenyataan bahwa yang namanya Holy Grail buat orang lain, belum tentu bakalan cocok untuk kulit kita 🙂

Dan karena tiap kulit memang berbeda, yang ga cocok buat kulit aku juga belum tentu bakalan ga cocok untuk kulit kamu. Buat yang penasaran kayak aku juga, aku saranin buat beli yang versi travel size dulu aja buat ngecek kulit kamu cocok atau enggak dengan cleansing balm ini 🙂

Tapi overall, claim yang bilang kalau balm ini mampu untuk membersihkan makeup berat sekalipun sih memang terbukti. Jadi buat kamu yang tidak sesensitif aku bisa mungkin bisa mencoba karena balm ini terhitung sangat-sangat affordable 🙂

8 thoughts on “[Review] Heimish All Clean Balm for Oily-Acne Prone Skin”

  1. wahh, sedih banget bahan nya malah bikin jerawatan yah dear. aku j uga acne prone dan harus hati hati banget pilih produk. anw this is a great review! so informative! keep writing! ^^

    main” ke blogku yah ^^

    1. Makasi say 🙂
      Iyaa, padahal banyak banget yang cocok, tapi aku kebagian yang ga cocok, hehe.
      Emang sensitif sama sesuatuyang comedogenic kayaknya, huhu

  2. Hai Ayu!

    Kalau between this dan The Body Shop yang camomile sumptuous cleansing balm, kamu pilih mana? Aku maju mundur gitu mau coba antara mereka berdua hehe.

    1. Kalau yang The Body Shop chamomile aku belom sempat coba, pengen nyobain padahal..
      Katanya bagus juga ya, disini kosong terus, padahal lagi diskon katanya :'(

  3. Hi mba, mau tanya. Kalau ini sama goodness balm yg mba review juga utk cleansing itu bagus mana ya mba? Krn kulit muka ku juga oily bgt daerah t zone nya, mau coba cleansing balm kok takut malah bikin jerawatan.. thanks before…

    1. Hallo lysian 🙂

      Kalau bagusnya dalam artian kemampuan membersihkan makeup, menurutku dua-duanya sama bagusnya. Makeup jadi cepat bersih. Yang heimish cenderung lebih hemat dan isinya lebih banyak. 🙂
      Tapi kalau pertanyaannya aku lebih suka yang mana, aku pribadi lebih suka yang goodness 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *